Perbedaan TV Biasa dengan TV Berteknologi Hexa Chroma


Kemajuan teknologi yang semakin pesat tidak hanya ada pada smartphone saja. Dunia sepertinya terlalu focus terhadap terobosan-terobosan baru dari smartphone dan tidak terlalu memperhatikan kemajuan teknologi pada TV. Padahal TV merupakan salah satu teknologi yang sampai sekarang belum tergeser. Karena TV merupakan teknologi yang malah mempersatukan orang sekitar, bukannya malah menjauhkan.

Teknologi terbaru dari Panasonic kini meramaikan dunia inovasi TV, salah satunya adalah teknologi Panasonic hexa chroma drive. Teknologi terbaru di bidang visual tersebut diklaim dapat menghasilkan kualitas gambar terbaik serta membawa pengalaman menonton yang berbeda bagi konsumennya.

Hexa Chroma Drive yang menggunakan 6 - Reproduksi Warna, yang mengatur warna dengan menambahkan 3 warna pelengkap (CMY) ke 3 sumbu warna primer (RGB). Gambar terlihat indah secara alami. Hexa Chroma Drive mengundang Anda dan keluarga Anda ke tingkat kenikmatan menonton yang baru. Bentuk pengubah gambar yang dirancang khusus bagi sinyal digital untuk memperbaiki warna, kecerahan dan ketajaman. Ini membuat nada dan warna kulit terlihat alami, meningkatkan kecerahan dan mempertajam gambar dengan metode pengurang kebisingan yang original. Teknologi unik ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan gambar yang benar-benar hebat. Cukup tekan HEXA Boost tombol pada remote control untuk menikmati warna yang hidup dalam konten seperti olahraga, drama, dan animasi. Misalnya, nada yang terlihat lebih hidup dengan nuansa warna hijau dan seragam yang terlihat seolah-olah Anda melihatnya dengan warna alami mereka dalam sebuah permainan yang sebenarnya.

Beda dengan teknologi pengolah gambar (picture processor) lain di pasaran, Hexachroma bekerja secara komprehensif. Bila kebanyakan teknologi lain, ambil contoh teknologi Quantum Dot, mengejar kesempurnaan warna dengan mengandalkan optimalisasi tingkat kehitaman dan kesempurnaan putih dari gambar. Teknologi ini tak melakukan tweaking pada unsur warna. Karena mengandalkan logika bahwa kesempurnaan ‘kehitaman’ gambar akan menyempurnakan sajian warna di gambar. Artinya mereka hanya mengandalkan satu sisi prosesing gambar untuk menghasilkan warna yang optimal. 



Previous
Next Post »