Jalan Menuju Masa Depan Berkelanjutan Oleh Sukanto Tanoto



APRIL Group adalah anak perusahaan Royal Golden Eagle (RGE) yang dirikan sekaligus dipimpin oleh Sukanto Tanoto meluncurkan kebijakan dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan sejak tahun 2014 silam. Kebijakan yang dicanangkan oleh Sukanto Tanoto tersebut menggarisbawahi komitmen APRIL Group untuk seimbangkan kebutuhan dalam menyelamatkan lingkungan, dan juga mengutamakan kepentingan masyarakat yang ada dalam konsesinya, dengan tetap jalankan bisnis berkelanjutan. Komite penasehat pemangku kepentingan independen bahkan juga dikenalkan untuk dapat memastikan transparansi dan juga pelaksanaan kebijakan pengelolaan hutan yang berkelanjutan. 
Di tahun berikutnya, anak perusahaan Royal Golden Eagle ini kembangkan kebijakan pengelolaan hutan yang berkelanjutan sesuai masukan yang didapatkan dari SAC, serta berbagai pemangku kepentingan yang lainnya. APRIL Group juga perkuat upaya perlindungan hutan dan juga komitmen konservasi termasuk halnya penghapusan deforestasi dari rantai suplai serta penambahan aspek penilaian terhadap persediaan karbon yang tinggi. 
Visi Anak Perusahaan Royal Golden Eagle Menuju Kemakmuran
APRIL Group (Asia Pacific Resource International Holdings Ltd) merupakan anak perusahaan dari Royal Golden Eagle yang didirikan Sukanto Tanoto di tahun 1973. Dalam naungannya, Royal Golden Eagle sudah berkembang jadi kelompok bisnis global yang mempekerjakan 60  karyawan lebih, dengan total aset yang dimilikinya sekitar US$ 18 miliar, dan jangkauan penjualan di seluruh penjuru dunia. 
Pasti saja jadi salah satu pelopor perusahaan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, anak perusahaan Royal Golden Eagle bersama anak perusahaannya melaksanakan prinsip 5C yang dipercayai Sukanto Tanoto. Praktek bisnis harus bisa membawa kebaikan tak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi pelanggan, negara, iklim, dan pada akhirnya bagi perusahaan sendiri. Dengan begitu, maka tanggung jawab sosial perusahaan berhasil diaplikasikan dalam operasional dengan sangat baik, dan manajemen di perusahaan APRIL Group pun juga semakin baik untuk memajukan lingkungan serta mengembangkan masyarakat dan untuk penuhi tanggung jawab sosial korporasi. Tanoto Foundation yang juga masih ada dalam naungan Sukanto Tanoto juga terapkan visi tersebut. 
Melalui anak perusahaan Royal Golden Eagle, APRIL Group ini mulai kembangkan perkebunan di Riau, Sumatera serta membangun pabrik di Pelalawan Kerinci pada tahun 1993. Yang mana saat itu, Kerinci merupakan rumah bagi 200 kepala keluarga saja. Tetapi populasi tersebut tumbuh jadi lebih dari 200 ribu jiwa tahun 2010, sebab pengembangan serta diversifikasi bisnis APRIL Group mampu ubah Kerinci jadi salah satu pusat sosial dan juga komersial daerah di provinsi tersebut.
Di tahun 1995 APRIL Group untuk yang pertama kalinya memproduksi bubur kertas komersial, diikuti pula oleh produksi kertas komersial di tahun 1998. Yang mana pertumbuhan wilayah tersebut mampu mencerminkan pertumbuhan operasional APRIL Group di Indonesia, dengan adanya pembentukan kabupaten Pelalawan di tahun 1999, lalu kotamadya Kerinci di tahun 2001. Pertumbuhan Kerinci yang terbilang cukup pesat ini kemudian memungkinkannya dibagi jadi tiga wilayah di tahun 2005. 
Kemudian di beberapa tahun berikutnya, kegiatan operasional kehutanan oleh APRIL Group berikan kontribusi sebesar 6.5 persen dari jumlah total perekonomian provinsi Riau. Anak perusahaan Royal Golden Eagle ini telah ciptakan sekitar 90 ribu lapangan pekerjaan bagi masyarakat. APRIL Group bahkan juga berkontribusi terhadap pemberian akses yang jauh lebih baik lagi, khususnya pada pendidikan dan dukungan sosial diberbagai bidang. Dikatakan pula bahwa APRIL Group juga sudah membantu tingkatkan standar hidup dan turunkan tingkat kemiskinan sebesar 30 persen.
Previous
Next Post »