Perbedaan Reksadana Pendapatan Tetap dengan Deposito



Reksadana pendapatan tetap merupakan salah satu bentuk reksadana dengan investasi yang berisi obligasi atau surat utang dan produk dari pasar uang. Reksadana jenis ini memang tidak memberikan pendapatan yang tetap kepada investornya. Namun, dengan adanya instrumen obligasi tersebut, investor bisa memiliki pendapatan tetap berupa kupon.

Kita tahu bahwa reksadana merupakan salah satu bentuk produk investasi yang bisa anda miliki. Saat ini sudah semakin banyak orang menyadari betapa pentingnya melakukan investasi untuk kepentingan di masa depan. Investasi bisa menjadi salah satu jalan bagi kita untuk mempersiapkan kemungkinan apapun di masa depan, entah kemungkinan baik ataupun buruk.

Ada banyak sekali bentuk investasi yang bisa anda lakukan dan salah satunya adalah investasi reksadana. Investasi reksadana dinilai memiliki banyak keuntungan dan bisa membuat kita puas memilih untuk berinvestasi. Salah satu jenis investasi reksadana yang bisa kita ambil adalah investasi reksadana pendapatan tetap.
Perbedaan dengan Deposito

Reksadana merupakan sebuah wadah yang bisa kita gunakan untuk menghimpun dana. Kita akan menginvestasikan uang kita yang kemudian akan dikelola oleh manajer investasi. Sementara itu, ada pula yang disebut dengan deposito. Deposito merupakan aktivitas menabung dengan jumlah tertentu dan dalam jangka waktu tertentu yang sudah disetujui bersama.

Deposito dan reksadana merupakan dua jenis investasi yang banyak dilakukan masyarakat saat ini. Bagi anda yang masih bingung soal reksadana pendapatan tetap dan deposito, inilah dia 4 perbedaan reksadana pendapatan tetap dengan deposito :

1.    Dana Minimal
Untuk memulai investasi, anda harus memiliki dana modal. Untuk jenis investasi reksadana pendapatan tetap, jumlah modal yang harus anda keluarkan sudah ditentukan oleh pihak bank. Lain halnya dengan reksadana pendapatan tetap dimana anda perlu memiliki modal minimal sebesar Rp 100.000.

2.    Waktu Pencairan
Kita tahu bahwa deposito merupakan jenis tabungan berjangka dimana kita hanya bisa mengambil uang setelah jangka waktu yang ditentukan. Jika anda ingin mengambil uang sebelum jatuh tempo maka anda harus mau membayar penalti. Lain halnya dengan reksadana pendapatan tetap dimana anda bisa mengambil uang yang anda investasikan kapanpun anda mau.

3.    Nilai Keuntungan
Ketika anda memliki deposito, maka anda bisa mendapatkan keuntungan dari besarnya bunga yang sudah ditetapkan di awal. Bisa dipastikan anda akan mendapatkan keuntungan dari besarnya bunga tersebut. Lain halnya dengan reksadana pendapatan tetap dimana anda akan mendapatkan keuntungan dari selisih NAB (Nilai Aktiva Bersih) yang bisa naik maupun turun.

4.    Resiko
Ketika kita memilih produk investasi, kita harus cermat memperkirakan resiko yang akan ditanggung. Untuk produk deposito, resiko yang dimiliki tergolong rendah karena simpanan anda sudah dijamin oleh LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan. Jadi, bisa dikatakan bahwa apapun yang terjadi simpanan yang anda punya tetap tersimpan dengan aman.

Sementara itu, untuk produk reksadana pendapatan tetap resikonya lebih tinggi dari deposito. Investasi dalam bentuk reksadana memiliki kemungkinan kerugian jika obligasi yang anda investasikan gagal bayar. Oleh karena itu, kemungkinan anda untuk mengalami kerugian dari investasi ini juga cukup besar jika dibandingkan dengan deposito.

Itulah tadi 4 perbedaan antara reksadana pendapatan tetap dengan deposito. Setiap bentuk investasi memang selalu memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kini tinggal bagaimana penilaian anda sebagai investor. Anda harus bisa menentukan bentuk investasi mana yang paling menguntungkan bagi anda, apakah deposito atau investasi reksadana pendapatan tetap yang lebih menguntungkan.
Previous
Next Post »