Prabowo Sandi Yakin Masih Bisa Salip Jokowi-Ma'ruf



Masa kampanye masih terus bergulir. Belum akan selesai, karena pemilu 2019 masih akan digelar bulan April mendatang. Masih ada waktu 4 bulan lamanya untuk Prabowo Sandi menyalip elektabilitas paslon nomor satu, Jokowi-Ma'ruf. Optimisme ini membuahkan semangat yang lebih besar lagi bagi Paslon nomor dua ini untuk bisa menang di Pemilu 2019. 

Paslon nomor satu yang dipunggawai oleh Prabowo Subianto dengan wakilnya Sandiaga Uno memang tengah berjuang di tengah kampanye besar-besaran yang dilakukan sebelum hari H pemilu datang. Bagaimana tidak, saat pemilu nanti, hasil dari kerja kerasnya selama ini akan ditentukan, apakah benar masyarakat memilih mereka sebagai pemimpinya atau tidak. Bukti keseriusan pilihan masyarakat yang telah berikrar untuk mau memilihnya. 

Kepastian itu salah satunya sudah mulai dicek kedua tokoh nomor dua ini. Persentase pemilih pun terus dikontrol dari lembaga-lembaga survei terkait. Dimana salah satunya adalah dari lembaga survei nasional yang menyatakan bahwa persentase yang didapatkan Paslon nomor dua ini masih di bawah perolehan Jokowi-Ma'ruf. 

Pasangan Prabowo Sandi belum mengantongi persentase sampai ke anak 50%, sebaliknya untuk Paslon nomor satu. Jokowi-Ma'ruf malah sudah mengantongi 58%. Sebuah perbedaan yang memacu semangat Prabowo untuk terus berbenah dalam menyiarkan visi misinya di kampanye. 

Selisih antara keduanya pun sangat jelas terlihat, karena terhitung sampai 33% perbedaanya. Di mana pasangan Prabowo Sandi ini hanya mendapatkan 25% saja. Sangat jauh jika dibandingkan dengan perolehan Jokowi-Ma'ruf. 

Namun hal tersebut tidak diambil pusing oleh Prabowo dan Sandi, karena metode lembaga survey terkait yang berbeda dengan metode survey BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Di mana lembaga survei terkait, dalam hal ini Lembaga Survei Nasional, masih menggunakan metode internal. Tidak sesuai dengan keadaan di lapangan. Lebih tepatnya dinyatakan sebagai hasil narasi saja, menurut Andre Rosiade (Jubir BPN Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno). 

Prabowo dan Sandi sendiri memiliki keyakinan bahwa hasil survey BPN lah yang benar. Di mana selisih antara kubu ya dengan kubu Jokowi-Ma'ruf hanyalah 6% saja. Kesempatan masih sangat besar untuk menyalip perolehan dari Jokowi-Ma'ruf. Apalagi masih ada waktu 4 bulan lagi. Untuk melalui 6 angka lagi bukan hal yang sulit. Yang terpenting adalah kerja keras dan kerja sama yang solid dalam tim. Timses Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sudah memiliki itu. 

Andre menyatakan lagi kalau perolehan Jokowi-Ma'ruf justru semakin menurun dibandingkan dengan perolehan Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto. Padahal Paslon nomor satu sudah mencapai lebih dari 50%. Lain halnya dengan Prabowo Subianto yang terus menanjak perolehan persentasenya. Sangat menjanjikan untuk menang pilpres 2019. 

Tambahan lagi, bahwa keyakinan akan ke aliran survey BPN ini daripada survei lembaga lain dibangun oleh kenyataan yang menunjukkan bahwa hasil survey BPN di masa pilkada DKI dulu benar adanya. Kemenangan Anis Baswedan dan Sandiaga Uno pun terjadi. Jadi, harapan besar Prabowo Sandi dari hasil persentase BPN ini tidaklah harapan kosong semata. 

Lembaga survei nasional sendiri membuat hasil persentase dari pembanguan opini publik, bukan dari survey langsung di lapangan. BPN lah yang justru melakukan survey nyata di lapangan, sehingga hasilnya tidak perlu diragukan lagi. 

Pasangan Prabowo Sandi tidak mau ambil pusing dengan perbedaan persentase yang beredar di luar sana, karena ada BPN yang diandalkan. Antusiasme masyarakat pun sudah di dalam genggaman Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, sehingga tidak perlu bingung untuk menyalip keunggulan persentase suara sementara milik Paslon nomor satu.
Previous
Next Post »